
Psikologi Politik : Memahami Kekuasaan, Emosi, dan Kewargaan
Politik sering dipahami sebagai urusan kekuasaan, institusi, dan persaingan kepentingan. Namun pada dasarnya, politik adalah pengalaman manusia. Ia hidup dalam pikiran, perilaku, emosi, identitas, dan cara manusia memaknai dunia di sekitarnya. Dari pilihan di bilik suara hingga konflik sosial yang memecah masyarakat, proses psikologis selalu bekerja dalam membentuk sikap, keputusan, dan tindakan politik.
Buku ini mengajak pembaca memahami politik dari sudut pandang psikologi politik—sebagai pengalaman psikologis manusia dalam dunia kekuasaan. Berbagai fenomena politik kontemporer dibahas melalui lensa ini, mulai dari emosi dan identitas politik individu, perilaku memilih, dunia post-truth dan hoaks, kepemimpinan politik, korupsi, hingga polarisasi sosial yang semakin tajam di era digital.
Dengan memadukan teori psikologi sosial dan politik dengan refleksi atas pengalaman politik di Indonesia, buku ini menunjukkan bahwa konflik politik tidak selalu lahir dari perbedaan kepentingan semata. Ia sering berakar pada emosi kolektif, identitas sosial, ketimpangan yang dirasakan tidak adil, serta cara pemimpin dan media membingkai realitas.
Melalui pendekatan analitis sekaligus reflektif, Psikologi Politik: Memahami Kekuasaan, Emosi, dan Kewargaan menawarkan cara pandang baru dalam memahami kehidupan politik—bukan sekadar sebagai arena pertarungan kekuasaan, tetapi sebagai ruang tempat pengalaman batin manusia, hubungan sosial, dan masa depan bersama sebuah bangsa saling bertemu.
- ISBN
- Penerbit
- Bahasa

