Senyawa metabolit sekunder yang bersifat sitotoksik dari tanaman garcinia Indonesia

Senyawa metabolit sekunder yang bersifat sitotoksik dari tanaman garcinia Indonesia
Tanaman Garcinia merupakan famili Guttiferae yang memiliki lebih dari 400 spesies. Tanaman ini banyak terdapat Indonesia dan juga ditemukan di India, Indochina, Afrika Barat dan Tengah, dan Brasil. Penelitian memperlihatkan bahwa bagian buah, kulit buah, bunga, daun, kulit kayu dan batang dari Garcinia banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, hal ini disebabkan karena adanya kandungan metabolit sekunder, yaitu triterpen, flavonoid, santon, dan floroglusinol dalam genus Garcinia. Keragaman struktur yang dimiliki genus ini menyebabkan aktivitas farmakologi dari senyawa yang diisolasi memiliki berbagai aktivitas yang menarik diantaranya sebagai antioksidan, anti-inflamasi, antibakteri, antivirus, antiHIV, antidepresan, dan antikanker. Beberapa tanaman genus Garcinia yang dikenal masyarakat adalah Garcinia mangostana atau yang dikenal sebagai tanaman buah manggis, G. cowa atau dimasyarakat dikenal sebagai asam kandis yang dapat dikonsumsi langsung. Buku ini berisi tentang tanaman Garcinia, kandungan metabolit sekunder terutama falvonoid dan santon, elusidasi strukturnya serta aktivitas yang mengungkap potensi tanaman ini untuk dikembangkan sebagai bahan obat antikanker. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan bagi yang tertarik mempelajari tanaman Garcinia dan pengembangannya.
- ISBN
- Kategori
- Tahun
- Penerbit
- Bahasa

